Model Karakteristik Self Excited Vibrations Aliran Fluida Akibat Perubahan Konstanta Elastis Tube

[error in script] (2016) Model Karakteristik Self Excited Vibrations Aliran Fluida Akibat Perubahan Konstanta Elastis Tube. In: Seminar Nasional Sains dan Teknologi 2015, 17 November 2015, Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta.

[thumbnail of Artikel.pdf]
Preview
Text
Artikel.pdf

Download (601kB) | Preview
[thumbnail of Peer Review.pdf]
Preview
Text
Peer Review.pdf

Download (1MB) | Preview
[thumbnail of Hasil Cek Plagiasi.pdf]
Preview
Text
Hasil Cek Plagiasi.pdf

Download (3MB) | Preview
Official URL: https://jurnal.umj.ac.id/index.php/semnastek/artic...

Abstract

Analisis eksperimental pada penelitian ini dilakukan untuk memperoleh karakteristik self excited vibrations secara aktual. Karakteristik self excited vibrations hanya dapat diamati pada kondisi kritis yang mempunyai nilai pinch ratio tertentu. Pengambilan data dengan alat ukur getaran (vibrations meter) untuk mengukur karakteristik getaran yang terjadi berupa frekwensi, amplitudo dan analisis FFT (Fast Fourier Transform). Perubahan konstanta elastis selang menghasilkan frekwensi getaran pada rentang 5,83 Hz – 10,00 Hz. Sedangkan amplitudo getaran yang dihasilkan menurun dengan berkurangnya kecepatan aliran yaitu pada rentang 0,30 mm – 1,95 mm. Pengaruh perubahan konstanta elastis selang juga dapat dinyatakan dengan parameter indeks kecepatan (S). Indeks kecepatan yang dihasilkan pada selang dengan konstanta K3 menghasilkan rentang S3 = 2,61 – 3,37, K2 menghasilkan rentang S2 = 2,69 – 3,51, dan K1 menghasilkan rentang S1 = 2,82 – 3,71. Selain itu penurunan pinch ratio (βe) menyebabkan indeks kecepatannya juga menurun karena kekakuan sistem akan meningkat akibat meningkatnya tekanan fluida. Parameter lain yang menunjukkan pengaruh konstanta elastis selang adalah bilangan Womersley (α) dan angka Strouhal (St). Pada selang dengan konstanta K3 menghasilkan rentang angka Strouhal St3 = 0,30 – 0,38, K2 menghasilkan St2 = 0,29 – 0,37, dan K1 menghasilkan St1 = 0,27 – 0,35. Selain itu pada selang dengan konstanta K3 menghasilkan rentang α3 = 65,35 – 68,38, K2 menghasilkan α2 = 64,07 – 67,24, dan K1 menghasilkan α1 = 62,26 – 65,69. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah parameter bilangan Womersley (α) dan angka Strouhal (St) meningkat dengan bertambahnya konstanta elastis selang dan kekakuan sistem. Sedangkan indeks kecepatan (S) menurun dengan meningkatnya konstanta elastis selang.

Item Type: Conference or Workshop Item (Paper)
Additional Information: Sufiyanto NIDN: 0728027301
Uncontrolled Keywords: Analisis Eksperimental, Self Excited Vibrations, Spektrum Frekwensi, Karakteristik Getaran
Subjects: Q Science > QC Physics
T Technology > TJ Mechanical engineering and machinery
Divisions: Fakultas Teknik > S1 Teknik Mesin
Depositing User: Rita Juliani
Date Deposited: 21 Oct 2020 13:33
Last Modified: 21 Oct 2020 13:33
URI: https://eprints.unmer.ac.id/id/eprint/520

Actions (login required)

View Item View Item